Titel Senior Tidak Penting

26 Agustus 2016 • Edwin Lunando

Dunia ini mengajarkan kita untuk mengejar titel atau jabatan atau kekuasaan yang lebih tinggi. Alasannya bermacam-macam. Uang, gengsi, kemapanan, dan kekuasaan menjadi hal yang paling dicari dari sebuah titel. Bahkan, beberapa teman wanita saya secara gamblang menjadikan title “senior” atau “manager” sebagai salah satu kriteria pasangan mereka. Teman saya yang lain(pria dan wanita), masuk ke perusahaan korporasi besar, tujuannya langsung target jabatan. 3 tahun lagi manager, 5 tahun lagi kepala bagian. Bayangkan bekerja di perusahaan yang orang-orangnya terpaku pada titel. Padahal titel atau jabatan yang selama ini dikejar-kerja itu sebenarnya tidak terlalu penting loh.

Kekuasaan Pada Titel

Titel atau jabatan tinggi tidak artinya langsung dampaknya tinggi. Gua pernah melihat dengan mata kepala sendiri ada anak yang baru masuk ke tempat kerjanya(baru lulus) dan sudah memberikan dampak yang signifikan melebihi senior-senior yang ada di sana. Yang titel berikan itu potensi. Percuma potensi besar tapi tidak digunakan dengan baik.

1 tahun junior, 3 tahun menengah, 5 tahun senior, 7 tahun manager. Cara pemberian titel ini pun sangat berdasar dengan asumsi semakin lama seseorang mengerjakan sesuatu, orang tersebut akan menjadi sangat lebih berdampak. Gak salah, perbedaan orang yang baru kerja 3 bulan dengan 1 tahun memang sangat besar, tapi membandingkan orang yang kerja 2 tahun dengan 6 tahun, kemampuannya tidak berbeda sejauh itu. Faktor pembeda utamanya adalah dedikasi dan inisiatif. Toh, lagipula, apa juga arti 6 tahun pengalaman kerja. Yang penting kan bukan lamanya mengerjakan sesuatu, tapi seberapa baik pekerjaan itu.

Kemapanan Pada Titel

Mapan atau tidak itu tergantung gaya hidup. Sekali lagi. Mapan itu tergantung gaya hidup. Gua yakin kok, beberapa pengeluaran kita semua ini sebenernya tidak kita butuhkan. Bisa saja beberapa “kebutuhan” kita dibuang dan kita bakal tetep bisa menjalani hidup. Mau jabatan setinggi apapun, kompensasi setinggi apapun, semuanya bisa habis dari gaya hidup yang kita pilih. Dunia ini mayoritas didefinisikan oleh marketing dan disusul oleh tekanan sosial. Kamu harus punya rumah mewah, mobil merek eropa, tas buatan ini, baju buatan itu.

Beda Peran

Pada akhirnya, semua kembali pada yang apa yang setiap orang cari. Diberikan jabatan tertentu memang ada nilai validasi, progress. Diberikan jabatan yang lebih tinggi artinya kamu diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih tinggi.

Kalau saya sendiri sih, melihat perbedaan titel itu artinya perbedaan tugas kerja saja. Contohnya, kalau saya junior, artinya saya harus memprioritaskan perkembangan diri saya. Kalau saya senior, artinya selain pekerjaan utama, saya juga harus membimbing junior-junior agar berkembang lebih optimal. Kalau saya manager, saya membuat kebijakan-kebijakan yang dapat meningkatkan efektifitas dari pekerjaan setiap orang. Saya hanya melihat perbedaan tugas. Tidak lebih, tidak kurang. Tidak ada yang lebih rendah atau lebih tinggi karena tiap peran itu penting agar sebuah tim itu berjalan dengan efektif. Selamat bekerja!